SIGC Insight – Tinjauan dan Proyeksi Ekonomi Indonesia 2017

Ekonomi Indonesia mungkin akan segera memasuki tahap ekspansi pada siklus bisnisnya. Skha Institute for Global Competitiveness (SIGC) memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,1% di tahun 2017 dan 5,3% di tahun 2018, dibandingkan 5,0% di tahun 2016.

Ringkasan Laporan :

  • Laju inflasi Indonesia naik dari 3,0% y/y di akhir tahun 2016 ke 3,8% y/y di akhir tahun 2017 dan 4,0% y/y di akhir tahun 2018.┬áLaju inflasi Indonesia sejak tahun 2015 cenderung lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi lebih karena perbaikan struktural pada pengendalian inflasi dari sisi supply perekonomian; pelemahan daya beli masyarakat bukan penyebab utama.
  • Surplus neraca pembayaran Indonesia akan naik dari USD 12,1 milyar di tahun 2016 ke USD 15,7 milyar di tahun 2017, sebelum turun ke USD 14,0 milyar di tahun 2018. Defisit neraca transaksi berjalan akan melebar dari USD 16,8 milyar di tahun 2016 (-1,8% dari PDB nominal) ke USD 19,5 milyar (-2,0%) di tahun 2017, dan USD 21 milyar (-2,1%) di tahun 2018. Surplus neraca modal dan finansial akan naik dari USD 28,8 milyar di tahun 2016 ke USD 35,4 milyar di tahun 2017, sebelum turun ke USD 35,0 milyar di tahun 2018.
  • Nilai tukar Rupiah (IDR) akan menguat dari 13,436 per USD per akhir tahun 2016 ke 13.200 per akhir tahun 2017 dan 13.400 per akhir tahun 2018. Berdasarkan nilai tukar riil efektifnya (real effective exchange rate, REER), IDR masih berada pada posisi undervalued walaupun mengalami penguatan sejak awal tahun 2017.
  • Realisasi defisit APBNP 2017 akan berada pada angka 2,6% dari PDB nominal, lebih rendah daripada target pemerintah di 2,93%.
  • Bank Indonesia akan menahan BI 7-day Reverse Repo Rate di angka 4,50% sampai dengan akhir tahun 2017 dan sepanjang tahun 2018.
  • Download Laporan Lengkap di sini
    Download Laporan Lengkap di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *